Scroll to top

Polres Batanghari Masih Terus Lakukan Patroli dan Himbauan Karhutlah

By Administrator 16 Okt 2019, 16:23:58 WIB KEGIATAN POLRES

Berita Terkait

Berita Populer

Polres Batanghari Masih Terus Lakukan Patroli dan Himbauan Karhutlah

Keterangan Gambar : Kegiatan Patroli Terpadu Karhutlah yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Jajaran Polres Batanghari


Tribratanews.batanghari.jambi.go.id - Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan tidak hanya sekedar musnahnya ekosistem tapi kabut asap yang ditimbulkannya menjadi monster yang merusak kehidupan, Pembakaran hutan atau lahan merupakan kejahatan yang harus diperangi secara komprehensif oleh setiap pihak.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu pada saat sekarang ini terkadang panas terkadang juga hujan, tetapi kondisi ini tidak bisa menjamin sebagian wilayah di Kab. Batanghari, menjadi lembab dan dapat terbebas dari kebakaran hutan dan lahan. Hal ini diketahui berdasarkan kegiatan patroli terpadu Karhutla yang dilakukan oleh jajaran Polres Batanghari, Rabu (15/10/2019).

Kapolres Batanghari AKBP Mohamad Santoso SH SIK melalui Kabag Ops Kompol Ahmad Bastari Yusuf SH MH mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan patroli yang dilakukan oleh personil polsek jajaran Polres Batanghari yang tergabung dalam patroli karhutla tersebut masih menemukan dilahan masyarakat yang kondisinya sudah ditebas yang sudah mengering dan siap untuk dibakar.

Lanjut Kabag Ops, personil yang melaksanakan patroli melakukan pendataan serta memberikan himbauan agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.

"Selain melaksanakan patroli personil juga melaksanakan sosialisasi tentang karhutla dan saksi yang akan diterima bagi masyarakat yang masih melakukan pembakaran hutan dan lahal", kata Kompol Ahmad Bastari.

Kabag Ops Polres Batanghari merinci tiga undang-undang yang mengatur persoalan itu. Pertama, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Adapun, pada Pasal 78 ayat (4) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dam denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.

Kedua, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. Pasal 8 ayat (1) menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Ketiga, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup. Pada Pasal 108 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

“Patroli pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan akan terus dilaksanakan guna mengurangi resiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kab. Batanghari”. Ujar Kabag Ops Polres Batanghari Kompol Ahmad Bastari Yusuf SH MH. (Ndra)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Sambutan Kapolres

Komitmen Kepolisian Resort Batanghari mewujudkan transparansi dan aktualisasi dalam tubuh kepolisian serta sistematika penyampaian berita ataupun wacana dalam ruang lingkup Kepolisian Resort... Selengkapnya

PEMBANTU PIMPINAN DAN PENGAWAS

Video Terbaru

LINK TERKAIT

POLLING

Apakah isi content website ini sudah lengkap?

  Lengkap
  Cukup Lengkap
  Kurang Lengkap

AGENDA

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 👤 User Online 1
  • 👤 Today Visitor 1
  • 👤 Hits hari ini 715
  • 👤 Total Hits 763929
  • 👤 Total pengunjung 1158